Kamis, 17 Maret 2011

Racauan Malam

Aku berada di tengah sebuah rimba di malam yang gelap. Aku hanya bisa memandang kelip bintang di sela sela rimbunya dedaunan sambil mengharap setitik sinar itu akan menghampiriku, menemaniku, dan menyinari jalanku.

Sepi.... Walau aku bukanlah satu satunya makhluk di rimba ini. Walau suara berisik air yang tanpa henti menyusuri jalanya. Aku mendengar kicauan burung, kerikan jangkrik, dan suara hewan hewan malam yang justru membuatku terperosok dalam kesunyian ini.

Walau hanya diam, tapi pohon pohon yang tingginya berkali kali dari tinggiku itu juga makhluk, ahh... jujur aku lebih nyaman dengan pohon pohon ini. Kediaman pohon membuatku bisa memikirkan apa yang aku lakukan saat pagi datang.

Ah iya, pagi, aku hampir lupa kalau suatu saat dia akan datang. Saat ini aku mulai meragukan apakah dia beneran akan datang atau hanya dongeng yang membuatku bertahan hidup sampai sekarang.

Hey,,, apa yang aku pikirkan ini, pagi pasti akan datang, menepati janjinya tengoklah belahan bumi lain yang sudah mendapatkan paginya. Walau aku tidak melihat langsung belahan bumi lain itu tapi bukankah begitu seharusnya yang terjadi???

Meracau apa sih aku ni? Lebih baik aku pejamkan mataku saat ini. Biar malam yang panjang ini tidak begitu menyiksaku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar