Kamis, 17 Maret 2011

Racauan Malam

Aku berada di tengah sebuah rimba di malam yang gelap. Aku hanya bisa memandang kelip bintang di sela sela rimbunya dedaunan sambil mengharap setitik sinar itu akan menghampiriku, menemaniku, dan menyinari jalanku.

Sepi.... Walau aku bukanlah satu satunya makhluk di rimba ini. Walau suara berisik air yang tanpa henti menyusuri jalanya. Aku mendengar kicauan burung, kerikan jangkrik, dan suara hewan hewan malam yang justru membuatku terperosok dalam kesunyian ini.

Walau hanya diam, tapi pohon pohon yang tingginya berkali kali dari tinggiku itu juga makhluk, ahh... jujur aku lebih nyaman dengan pohon pohon ini. Kediaman pohon membuatku bisa memikirkan apa yang aku lakukan saat pagi datang.

Ah iya, pagi, aku hampir lupa kalau suatu saat dia akan datang. Saat ini aku mulai meragukan apakah dia beneran akan datang atau hanya dongeng yang membuatku bertahan hidup sampai sekarang.

Hey,,, apa yang aku pikirkan ini, pagi pasti akan datang, menepati janjinya tengoklah belahan bumi lain yang sudah mendapatkan paginya. Walau aku tidak melihat langsung belahan bumi lain itu tapi bukankah begitu seharusnya yang terjadi???

Meracau apa sih aku ni? Lebih baik aku pejamkan mataku saat ini. Biar malam yang panjang ini tidak begitu menyiksaku.

Sabtu, 12 Maret 2011

Pesan Dumbledore Pada Harry Potter

Dumbledore, siapa sich yang gak kenal sama dia? Yup dia adalah kepala sekolah hogwart dalam cerita Harry Potter. Ada cerita menarik dari doi (seenggaknya bagi saya). Hehehe...

Berawal dari film Harry Potter And The Half Blood Prince yang pernah saya tonton. Ceritanya saat doi ngajarin si Harry cara memburu horcrux (sebuah benda sihir yang digunakan pangeran kegelapan untuk menyimpan jiwanya) di sebuah gua. Ternyata horcrux yang berupa kalung itu ada di dasar sebuah bejana (kalo menurut saya lebih mirip wastafel) yang penuh dengan racun.

Cara satu satunya untuk ngambil horcrux itu adalah, meminum racun itu sampai habis. Saat itu sang Dumbledore berpesan kalau sampai dia gak kuat untuk meminum racun itu, Harry harus meminumkanya sampai habis walau harus memaksa, walau Dumbledore merengek minta disudahi.

Trus Harry yang merasa lebih muda dan lebih kuat dari Dumbledore mengajukan diri untuk meminum racun itu. Nah jawaban Dumbledore ini yang saya suka, dia menjawab 'KARENA AKU LEBIH TUA, LEBIH PINTAR, DAN LEBIH TIDAK BERGUNA'. Akhirnya Dumbledore meminum semua racun itu. Walau ditengah acara minum racun itu dia sempat merengek minta Harry berhenti untuk meminumkan racun itu. Sesuatu yang wajar mengingat 'menyiksanya' minum racun itu. Walau akhirnya Dumbledore gak mati karena racun itu, tapi hal itu sangat mulia.

Huh, coba deh kalo negara ini punya seorang pemimpin macem Dumbledore. Orang yang mau ngorbanin diri demi orang lain, atau bahkan demi kepentingan yang lebih besar dari itu semua. Walaupun dia memang penyihir terhebat, tapi dia sadar bahwa masa depan sudah bukan miliknya lagi. Tapi milik generasi muda, kalau dalam cerita itu Harry Potter.

Tapi yang terjadi di sini, boro boro mau berkorban dengan menenggak racun. Baru diancam dengan 'kasus' pribadinya saja sudah keder. Bukanya tambah semangat untuk melawan kejahatan, dan mementingkan kepentingan Merah Putih. Tampaknya kita masih harus dengan terpaksa menghamba kepada negara lain.
Huft....

Rabu, 09 Maret 2011

FIRST POST

Posting pertama nich, tanpa isi, sambil mikirin konsep yang akan ditampilkan dalam blog ini!